Senin, 08 Oktober 2012

Seni Tari

Pada prinsifnya seni tari di seluruh muda bumi ini sama, kehadirannya terkait dengan budaya yang membentuknya, sehingga terdapat diamati pola-pola yang terkati dengan karaktersitik masyarakatnya, sehingga dapat ditumpai adanya seni tari yang bersifat etnik.

Pada perkembangan peradaban manusia yang mengarah pada suatu pola budaya yang mengarah pada suatu tarap kemudahan kehidupan, maka kenyataan seni tari yang bersifat etnik berubah atau diganti dengan yang Metropolis atau bercirikan budaya kota.

Seni tari etnik selalu berhubungan dengan tata kehidupan kekerabatan yang memiliki ikatan-ikatan pola sosial, sehingga melahirkan suatu yang disebut “pewarisan”, pewarisan ini memiliki kegunaan tertentu, utamanya untuk menyangga adat yang pada umumnya disebut sebagai seni tari tradisional. Sementara seni tari yang memiliki ciri-ciri metrololis pada umumnya bersifat lebih mengacu pada kekinian sehingga disebut “kontemporer”. Ekspresi yang bersifat kekinian tentunya memiliki ciri-ciri yang menonjolkan inovasi (pembaharuan) maka selanjutnya disebut sebagai seni tari “modern”. Varian dari seni tari modern yang seringkali tampilsebagai bentuk “kemasan” atau Kicth, adalah seni tari yang bersifat menghibur, perkembangannya sesaat dan tidak memiliki dasar filosifis yang dalam. Perkembangan seni tari hiburan ini disebut sebagai populer performing art.

Seni tari di Indonesia juga mengalami kenyataan tersebut, sehingga pada perkembangannya melahirkan berbagai bentuk, jenis, dan warna atau corak yang beragam. Semua itu dapat dipisahkan dari ciri-ciri perkembangan budaya yang dialami oleh manusia serta perkembangan lingkungannya. Karena kenyataan yang berkembang dewasa ini, seni tari tidak dapat diartikan secara sempit, tetapi sudah mengalami sebuah perluasan makna. Artinya seni tari tidak dapat dimaknai sebagai seni yang untuk kegiatan ritual (upacara keagamaan) atau untuk hiburan yang memberikan dukungan pada moral etnik, tetapi seni tari telah menjadi bagian dari kehendak manusia untuk mendapatkan respon sesamanya. Perhatikan penampilan-penampilan orang-orang tertentu yang mengkonstruk tubuhnya dengan berbagai busana, asesoris, atau atribut tertentu. Bahkan untuk mendapatkan perhatikan tertentu, orang menggunakan “pertunjukan” sebagai sebuah pernyataan untuk menyampaikan aspirasi, pikiran, atau gagasan untuk mendapatkan perhatian orang lain.

Seni tari adalah bagian dari kehidupan manusia, baik secara difinitif (termaknai secara terbatas) atau hadir sebagai sebuah pernyataan yang bersifat alami, sesperti masyarakat suku-suku terasing. Mereka tidak sangat jelas membedakan antara kehidupan dan pertunjukan. Mereka hidup dalam sebuah dunia yang seutuhnya adalah “pernyataan”, ungkapan yang esensial sebagai manusia yang memiliki dorongan untuk mengekspresikan diri dan sekaligus berkomunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar